nadia

nadia
nadia

Minggu, 19 Desember 2010

manfaat komunikasi antar pribadi

Komunikasi Antarpriadi (Interpersonal Communication)

Komunikasi antarpribadi pada dasarnya merupakan jalinan hubungan interaktif antara seorang individu dan individu lain di mana lambang-lambang pesan secara efektif digunakan, terutama lambang-lambang bahasa. Penggunaan lambang-lambang bahasa erbal, terutama yang bersifat lisan di dalam kenyataan kerapkali disertai dengan bahasa isyarat terutama gerak atau bahasa tubuh (body language), seperti senyuman tertawa, dan menggeleng atau menganggukan kepala. Komunikasi antara pribadi umumnya dipahami lebih bersifat pribadi (private) dan berlangsung secara tatap muka (face to face). Sebagaian komunikasi antarpribadi memang memiliki tujuan, misalnya apabila seseorang datang untuk meminta saran atau pendapat kepada orang lain.

Akan tetapi, komunikasi antar pribadi dapat juga terjadi relatif tanpa tujuan atau maksudu tertentu yang jelas, misalnya ketika seseorang sedang bertemu dengan kawannya dan mereka lalu saling bercakap-cakap dan bercanda. Konsep “jalinan hubunangan” (relatinoship) sangat penting dalam kajian komunikasi antar pribadi.

Dalam hubungan ini, dicakup setidaknya ada enam tahap atau tingkatan hubungan, antara lain:

a. Initiation, Pada tahap ini, masing-masing partispan saling membuat kalkulasi atau menaksir-naksir satu sama lain, dan mencoba mengupayakan penyesuaian-penyesuaian. Wujud dari penyesuaian di sini misalnya, tersenyum, menganggukkan kepala, saling memperkenalkan diri, dan mengucapkan kata-kata yang bersifat sopan-santun atau basa-basi. Hubungan akan dilanjutkan ataukah tidak tergantung pada situasi yang berkembang kemudian.

b. Eksplorasi. Pada tahap ini, partisipan saling berusaha mengetahui karakter orang lain, misalnya minat, motif, dan nilai-nilai yang dipegang. Wujud dari eksplorasi ini, misalnya, partisipan saling mengajukan pertanyaan tentang kebiasaan, pekerjaan, atau mungkin tempat tinggal.

c. Intensifikasi. Pada tahap ini partisipan saling bertanya kepada diri sendiri apakah jalinan komunikasi diteruskan apa tidak. Kendatipun intensifikasi ini pada umumnya sulit diamati, namun yang menentukan apakah jalinann komunikasi diteruskan apa tidak adalah keyakinan akan manfaat dari jalinann komunikasi yang terbentuk atau setidaknya aktifitas komunikasi yang berlangsung. Semakin diyakini manfaat yang diperoleh maka akan semakin berlanjut jalinan hubungan atau komunikasi yang berlangsung.

d. Formalisasi. Pada tahap ini partisipan saling sepakat mengenai hal-hal tertentu, yang kemudian terformalisasikan ke dalam berbagai tingkah laku, misalnya, berjanji untuk saling bertemu lagi, menandatangani kontrak bisnis atau saling bercumbu. Sampai sejauh ini hubungan berjalana lancar dan harmonis.

e. Redefinisi. Pada tahap ini jalinan hubunbgan dan komunikasi yang ada diharapkan pada persoalan-persoalan barui dan silih berganti seiring dengan perjalanan waktu. Kecenderungan kembali saling menaksir-naksir satu dengan lain, membuat kalkulasi-kalkulasi baru tentang hubungan yang telah berjalan menjadi dominan. Hasil dari kalkulasi ulang ini akan menentukan apakah hubungan yang harmonis selama ini akan tetap harmonis ataukah akan menghadapi persoalan yang semakin berat.

f. Hubungan yang memburuk (deterioration). Gejala semakin memburuknya hubungan adakalanya tidak disadari---sepenuhnya oleh partisipan komunikasi. Penyesuaian-penyesuaian telah senantiasa dicoba untuk diupayakan namun, di dalam kenyataan, tidak selalu berhasil. Hal demikian terutama dikarenakan adanya perubahan struktur-struktru kepentingan, power, dan orientasi partisipan yang saling berinterakis dengan situasi eksternal.

perbedaan konsep diri dengan kepercayaan diri

Kepercayaan-diri adalah efek dari bagaimana kita merasa (M1), meyakini (M2), dan mengetahui (M3). Orang yang punya kepercayaan diri rendah atau kehilangan kepercayaan diri memiliki perasaan negatif terhadap dirinya, memiliki keyakinan lemah terhadap kemampuan dirinya dan punya pengetahuan yang kurang akurat terhadap kapasitas yang dimilikinya.

Konsep diri dapat didefinisikan secara umum sebagai keyakinan, pandangan atau penilaian seseorang terhadap dirinya. Menurut Rogers konsep diri merupakan konseptual yang terorganisasi dan konsisten yang terdiri dari persepsi-persepsi tentang sifat-sifat dari ’diri subjek’ atau ’diri objek’ dan persepsi-persepsi tentang hubungan-hubungan antar ’diri subjek’ diri objek’ dengan orang lain dan dengan berbagai aspek kehidupan beserta nilai-nilai yang melekat pada persepsi-perseepsi ini (Lindzey & Hall, 1993;201).

Konsep diri tidak dibawa sejak lahir tetapi secara bertahap sedikit demi sedikit timbul sejalan dengan berkembangnya kemampuan persepsi individu. Konsep diri manusia terbentuk melalui proses belajar sejak masa pertumbuhan seseorang dari kecil hingga dewasa. Bayi yang baru lahir tidak memiliki konsep diri karena mereka tidak dapat membedakan antara dirinya dengan lingkungannya.

Rabu, 03 November 2010

KONSEP DIRI

Saya adalah pribadi yg pendiam,tidak banyak nuntut, tapi slalu mw diperhatikan. saya adalah anak bungsu perempuan dari 5 bersaudara. Tidak banyak hal yg bisa saya nilai dari diri saya. Yang saya tahu, kalau saya ini adalah perempuan yg lemah, pendendam,mempunyai sifat iri hati dan gampang marah.Tapi dibalik itu semua saya juga punya sifat yg baik hati,mau peduli sesama jika ada yg kesusahan,dan mempunyai rasa solidaritas yg tinggi.

kehidupan saya mungkin bisa dikatakan tidak terlalu baik. sebab dari kecil saya slalu di tekan oleh ayah saya. Makanya saya mempunyai sifat pendendam seperti ini. Tapi disamping itu saya mempunyai seorang ibu yg bisa slalu mengerti keadaan saya. Hanya ibu yg slalu ada dikehidupan saya.

Saya sangat tidak suka dengan orang-orang yg slalu ingin tahu urusan pribadi saya. Mungkin diluar sana saya banyak bicara,suka gosip dan sebagainya. Tapi disamping itu saya orangnya sangat-sangat pendiam.

Mungkin dengan sikap pendiamku ini, sehingga saya harus memilih teman untuk bergaul ataupun teman untuk di ajak curhat. Ingin rasanya saya mengubah sikap pendiamku ini, tapi hingga sekarang saya belum berhasil merubahnya.

Dengan sikap pendiamku ini, saya juga mesti dan harus memilih-milih seorang pacar yg tepat untuk mengubahku. Tapi dibalik itu semua saya bisa senang jika teman-temanku benar menghiburku dan melupakan sikap pendiamku itu.

saya tahu dan sadar kalau sikapku ini sangatlah tidak baik. Untuk itu saya slalu berusaha mengubah semuanya yg ada pada hidupku.Sehingga kehidupanku akan jauh lebih baik dari sekarang.Mungkin saya akan bisa berubah dengan bantuan teman-teman disekililingku.

100 hal yg saya ingini selama hidup

1.saya ingin lulus dengan nilai terbaik
2.saya ingin bekerja debuah perusahaan yg mapan
3.saya ingin membuka usaha sendiri
4.saya ingin menjadi seorang advokat
5.saya ingin menjadi seorang pramugari
6.saya ingin mempunyai rumah sendiri
7.saya ingin mempunyai sebuah panti asuhan
8.saya ingin mempunyai panti jompo
9.saya ingin mempunyai mobil mewah
10.saya ingin mempunyai pesawat terbang pribadi
11.saya ingin kedua ortu saya naik haji dengan hasil kerja saya sendiri
12.saya ingin keliling dunia
13.saya ingin pergi ke disney land
14.saya ingin pindah kuliah
15.saya ingin kuliah diluar kota
16.saya ingin mempunyai seorang pacar yg mengerti kondisi
17.saya ingin punya pacar yg baik
18.saya ingin lebih dekat dengan allah SWT
19.saya ingin mempunyai kesehatan yg lebih baik lagi
20.saya ingin menjadi seorang professor
21.saya ingin mempunyai taman bermain pribadi
22.saya ingin mempunyai perguruan tinggi
23.saya ingin mempunyai sekolah sendiri
24.saya ingin membuka lapangan usaha sendiri
25.saya ingin menikah di usia yg cukup
26.saya ingin membahagiakan orang tua
27.saya ingin membuat kedua orang tua saya bangga dengan diriku
28.saya ingin menjadi pribadi yg lebih baik
29.saya ingin menjadi lebih terbuka lagi
30.saya ingin menjadi manusia yg bermanfaat
31.saya ingin membuat keluarga lebih dekat lagi
32.saya ingin membuka usaha restoran
33.saya ingin menjadi penyanyi terkenal
34.saya ingin menjadi penari dance
35.saya ingin mencintai orang yg benar2 sayang dengan saya
36.saya ingin menjadi orang sederhana
37.saya ingin melihat keindahan dunia yg sesungguhnya
38.saya ingin mempunyai tubuh yg lebih baik lagi
39.saya ingin berkumpul dengan sahabat2 semasa sekolah dulu
40.saya ingin merayakan hari kelhiran saya di setiap tahunnya
41.saya ingin lebih rajin beribadah
42.saya ingin hidup damai
43.saya ingin kehidupan yg nyaman
44.saya ingin melupakan masa lalu
45.saya ingin melihat kehidupan yg lebih cerah
46.saya ingin nilai yg terbaik
47.saya ingin mendidik anak2 jalanan
48.saya ingin menyekolahkan anak2 jalanan
49.saya ingin pintar berbahasa inggris
50.saya ingin hidup saya lebih baik lagi
51.saya ingin cowok yg setia
52.saya ingin pacar yg pengertian
53.saya ingin pacar yg sayang dengan keluarga saya
54.saya ingin menjadi model profesional
55.saya ingin kerja di sebuah bank
56.saya ingin hidup lebih lama lagi
57.saya ingin pintar masak
58.saya ingin menjadi seorang DJ
59.saya ingin menjadi presenter
60.saya ingin melawan rasa takut yg ada di dalam hidup saya
61.saya ingin memiliki hati seseorang
62.saya ingin selalu bersama keluarga
63.saya ingin mempunyai koleksi boneka piglet yg lebih banyak lagi
64.saya ingin meminta maaf kepada orang2 yg telah saya sakiti
65.saya ingin mencium kaki kedua orang tua saya, terutama mama
67.saya ingin mempunyai rumah dengan nuansa pink
68.saya ingin mencoba semua makanan yg ad di dunia,tapi yg halal
69.saya ingin membantu kehidupan orang yg kesusahan
70.saya ingin mempunyai posyandu sendiri
71.saya ingin memiliki kebun binatang sendiri
72.saya ingin membuat istana
73.saya ingin mempunyai kulit putih yg bersih
74.saya ingin masuk surga
75.saya ingin memperbanyak amal
76.saya ingin nanti mempunyai anak 2
77.saya ingin nanti mempunyai anak yg lucu2
78.saya ingin mempunyai pesantren
79.saya ingin membangun masjid
80.saya ingin mempunyai rambut yg panjang hitam berkilau
81.saya ingin membuka tempat fitnes
82.saya ingin menyenangkan hidup adik2 saya
83.saya ingin membantu korban bencana yg terjadi di indonesia
84.saya ingin menjadi seperti para pahlawan indonesia
85.saya ingin reuni dengan teman2 sekolah
86.saya ingin memelihara kelinci dan kucing
87.saya ingin memusnahkan anjing
88.saya ingin melawan rasa takut dengan badut
89.saya ingin menjadi anak yg patuh terhadap orang tua
90.saya ingin slalu mendengarkan perkataan orang tua
91.saya ingin menjadi anak yg berbakti pada orang tua
92.saya ingin menjadi adik yg baik buat kakak2ku
93.saya ingin slalu membantu pekerjaan orang tua
94.saya ingin merubah sifat saya
95.saya ingin menghilangkan sifat iri saya
96.saya ingin menjadi anak yg slalu dengar apa yg dikatakan oleh keluarga
97.saya ingin agar papa mama saya slalu bahagia
98.saya ingin menjaga kedua orang tua saya sebaik mungkin
100.saya ingin selalu menyanyangi n mencintai orang2 yg berada disekitar saya

Senin, 17 Mei 2010

the big five personality

Pengertian Kepribadian

Kepribadian adalah semua corak kebiasaan manusia yang terhimpun dalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsangan baik dari luar maupun dari dalam. Corak kebiasaan ini merupakan kesatuan fungsional yang khas pada seseorang. Perkembangan kepribadian itu bersifat dinamis artinya selama individu masih tetap belajar dan bertambah pengetahuan, pengalaman serta keterampilannya, ia akan semakin matang dan mantap. Pada usia lanjut yang sehat, kepribadiannya tetap berfungsi baik, kecuali mereka dengan masalah kesehatan jiwa atau tergolong patologik.

Kepribadian adalah sesuatu atau figur diri yang ingin ditunjukkan atau ditampilkan didalam keseharian yang ditunjunjukkan melalui sikap atau tingkah laku seseorang. Kepribadian juga dapat dirubah dan dapat juga tergantung pada presepsi atau pendapat orang. Sesuai dengan apa yang diinginkan yang akan ditunjukkan dihadapan orang lain.

Hingga saat ini, para ahli tampaknya masih sangat beragam dalam memberikan rumusan tentang kepribadian. Dalam suatu penelitian kepustakaan yang dilakukan oleh Gordon W. Allport (Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey, 2005) menemukan hampir 50 definisi tentang kepribadian yang berbeda-beda. Berangkat dari studi yang dilakukannya, akhirnya dia menemukan satu rumusan tentang kepribadian yang dianggap lebih lengkap. Menurut pendapat dia bahwa kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Kata kunci dari pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri.

1). Allport, kepribadian adalah organisasi dinamis dari sistem psikofisis dalam diri individu yang menentukan keunikan penyesuaian diri terhadap lingkungan.

2). Koentjaraningrat, kepribadian adalah susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu. 3). Yinger, kepribadian adalah keseluruhan perilaku seseorang dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi Kesimpulan : Kepribadian adalah ciri-ciri watak seseorang yang konsisten sehingga menjadi identitas dirinya secara khusus.

5 Besar Kepribadian Diri

· Neurotisisme: Faktor ini merujuk kepada kesanggupan orang menanggung tekanan hidup. Orang yang bermasalah adalah orang yang memiliki tuntutan yang tidak realistik sehingga rawan terhadap stres bila keinginannya tidak tercapai. Akibatnya ia rentan terhadap depresi dan kemarahan. Kerap kali ia dibuat lumpuh oleh masalahnya atau, ia akan menyalurkan stres itu ke tubuhnya yang membuatnya sakit-sakitan. Sebaliknya, orang yang sehat adalah orang yang mampu menahan stres tanpa harus dikuasai oleh kecemasan yang berlebihan.

· Ekstraversi: Faktor ini merujuk kepada keterbukaan orang dengan dirinya termasuk pikiran dan perasaannya. Ia sanggup mengekspresikan pikiran dan perasaannya dengan tepat dan bebas sehingga mampu membangun relasi yang dalam dengan sesama. Ia memiliki energi yang tinggi dan mudah bersukacita, ia hangat dan menyenangkan.

· Openness to Experience: Faktor ini merujuk kepada semangat untuk hidup dan keterbukaan terhadap pengalaman hidup. Ia tidak takut pada pengalaman baru, bersedia mencoba pengalaman yang baru, dan mengizinkan diri untuk menghayati pengalaman hidup sepenuhnya. Ia terbuka terhadap reaksi perasaannya dan cenderung imajinatif.

· Agreeableness: Faktor ini merujuk kepada karakteristik yang lembut, baik hati, mudah percaya, ringan tangan, dan pemaaf. Lawan dari karakteristik ini adalah antagonistik-sinis, kasar, penuh curiga, sukar kerja sama, mudah marah, dan manipulatif.

· Conscientiousness (Tanggung jawab): Faktor ini merujuk kepada orang yang mampu menjalankan hidupnya dengan penuh tanggung jawab. Ia memiliki komitmen pada kewajibannya dan sanggup memenuhinya. Ia mempunyai tujuan hidup yang jelas dan target yang dapat dicapainya. Orang ini tidak mudah menyerah dan berdisiplin diri.


Kamis, 21 Januari 2010

Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana


Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana

Penulis :nadia aryanti

Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.

Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”

Sekarang, pagi-pagi ia sudah pamit ke kantor karena harus menyiapkan beberapa dokumen rapat. Ia pamit saat aku berada di kamar mandi. Aku memang sengaja tidak mengingatkannya tentang ulang tahun perkawinan kami. Aku ingin mengujinya, apakah ia ingat atau tidak kali ini. Nyatanya? Aku menarik napas panjang.

Heran, apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun perkawinan sendiri? Aku mendengus kesal. Aa’ memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif, apalagi romantis. Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah.

Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya hadiah dengan kata-kata manis setiap hari ulang tahunnya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata I love you setiap minggu. Mengirim pesan, bahkan puisi lewat sms saat ia keluar kota. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas. Karena kejelasan juga bagian dari cinta.

Aku tahu, kalau aku mencintai Aa’, aku harus menerimanya apa adanya. Tetapi, masak sih orang tidak mau berubah dan belajar? Bukankah aku sudah mengajarinya untuk bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik. Dan semua menjadi tidak menyenangkan bagiku. Aku uring-uringan. Aa’ jadi benar-benar menyebalkan di mataku. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian yang diberikannya kepadaku dalam tiga tahun perkawinan kami. Tidak ada akhir minggu yang santai. Jarang sekali kami sempat pergi berdua untuk makan malam di luar. Waktu luang biasanya dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari. Jadilah aku manyun sendiri hampir setiap hari minggu dan cuma bisa memandangnya mendengkur dengan manis di tempat tidur.

Rasa kesalku semakin menjadi. Apalagi, hubungan kami seminggu ini memang sedang tidak baik. Kami berdua sama-sama letih. Pekerjaan yang bertumpuk di tempat tugas kami masing-masing membuat kami bertemu di rumah dalam keadaan sama-sama letih dan mudah tersinggung satu sama lain. Jadilah, beberapa kali kami bertengkar minggu ini.

Sebenarnya, hari ini aku sudah mengosongkan semua jadual kegiatanku. Aku ingin berdua saja dengannya hari ini dan melakukan berbagai hal menyenangkan. Mestinya, Sabtu ini ia libur. Tetapi, begitulah Aa’. Sulit sekali baginya meninggalkan pekerjaannya, bahkan pada akhir pekan seperti ini. Mungkin, karena kami belum mempunyai anak. Sehingga ia tidak merasa perlu untuk meluangkan waktu pada akhir pekan seperti ini.

”Hen, kamu yakin mau menerima lamaran A’ Ridwan?” Diah sahabatku menatapku heran. ”Kakakku itu enggak romantis, lho. Tidak seperti suami romantis yang sering kau bayangkan. Dia itu tipe laki-laki serius yang hobinya bekerja keras. Baik sih, soleh, setia… Tapi enggak humoris. Pokoknya, hidup sama dia itu datar. Rutin dan membosankan. Isinya cuma kerja, kerja dan kerja…” Diah menyambung panjang lebar. Aku cuma senyum-senyum saja saat itu. Aa’ memang menanyakan kesediaanku untuk menerima lamaranku lewat Diah.

”Kamu kok gitu, sih? Enggak senang ya kalau aku jadi kakak iparmu?” tanyaku sambil cemberut. Diah tertawa melihatku. ”Yah, yang seperti ini mah tidak akan dilayani. Paling ditinggal pergi sama A’ Ridwan.” Diah tertawa geli. ”Kamu belum tahu kakakku, sih!” Tetapi, apapun kata Diah, aku telah bertekad untuk menerima lamaran Aa’. Aku yakin kami bisa saling menyesuaikan diri. Toh ia laki-laki yang baik. Itu sudah lebih dari cukup buatku.

Minggu-minggu pertama setelah perkawinan kami tidak banyak masalah berarti. Seperti layaknya pengantin baru, Aa’ berusaha romantis. Dan aku senang. Tetapi, semua berakhir saat masa cutinya berakhir. Ia segera berkutat dengan segala kesibukannya, tujuh hari dalam seminggu. Hampir tidak ada waktu yang tersisa untukku. Ceritaku yang antusias sering hanya ditanggapinya dengan ehm, oh, begitu ya… Itupun sambil terkantuk-kantuk memeluk guling. Dan, aku yang telah berjam-jam menunggunya untuk bercerita lantas kehilangan selera untuk melanjutkan cerita.

Begitulah… aku berusaha mengerti dan menerimanya. Tetapi pagi ini, kekesalanku kepadanya benar-benar mencapai puncaknya. Aku izin ke rumah ibu. Kukirim sms singkat kepadanya. Kutunggu. Satu jam kemudian baru kuterima jawabannya. Maaf, aku sedang rapat. Hati-hati. Salam untuk Ibu. Tuh, kan. Lihat. Bahkan ia membutuhkan waktu satu jam untuk membalas smsku. Rapat, presentasi, laporan keuangan, itulah saingan yang merebut perhatian suamiku.

Aku langsung masuk ke bekas kamarku yang sekarang ditempati Riri adikku. Kuhempaskan tubuhku dengan kesal. Aku baru saja akan memejamkan mataku saat samar-samar kudengar Ibu mengetuk pintu. Aku bangkit dengan malas.

”Kenapa Hen? Ada masalah dengan Ridwan?” Ibu membuka percakapan tanpa basa-basi. Aku mengangguk. Ibu memang tidak pernah bisa dibohongi. Ia selalu berhasil menebak dengan jitu.

Walau awalnya tersendat, akhirnya aku bercerita juga kepada Ibu. Mataku berkaca-kaca. Aku menumpahkan kekesalanku kepada Ibu. Ibu tersenyum mendengar ceritaku. Ia mengusap rambutku. ”Hen, mungkin semua ini salah Ibu dan Bapak yang terlalu memanjakan kamu. Sehingga kamu menjadi terganggu dengan sikap suamimu. Cobalah, Hen pikirkan baik-baik. Apa kekurangan Ridwan? Ia suami yang baik. Setia, jujur dan pekerja keras. Ridwan itu tidak pernah kasar sama kamu, rajin ibadah. Ia juga baik dan hormat kepada Ibu dan Bapak. Tidak semua suami seperti dia, Hen. Banyak orang yang dizholimi suaminya. Na’udzubillah!” Kata Ibu.

Aku terdiam. Yah, betul sih apa yang dikatakan Ibu. ”Tapi Bu, dia itu keterlaluan sekali. Masak Ulang tahun perkawinan sendiri tiga kali lupa. Lagi pula, dia itu sama sekali tidak punya waktu buat aku. Aku kan istrinya, bu. Bukan cuma bagian dari perabot rumah tangga yang hanya perlu ditengok sekali-sekali.” Aku masih kesal. Walaupun dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan Ibu.

Ya, selain sifat kurang romantisnya, sebenarnya apa kekurangan Aa’? Hampir tidak ada. Sebenarnya, ia berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanku dengan caranya sendiri. Ia selalu mendorongku untuk menambah ilmu dan memperluas wawasanku. Ia juga selalu menyemangatiku untuk lebih rajin beribadah dan selalu berbaik sangka kepada orang lain. Soal kesetiaan? Tidak diragukan. Diah satu kantor dengannya. Dan ia selalu bercerita denganku bagaimana Aa’ bersikap terhadap rekan-rekan wanitanya di kantor. Aa’ tidak pernah meladeni ajakan Anita yang tidak juga bosan menggoda dan mengajaknya kencan. Padahal kalau mau, dengan penampilannya yang selalu rapi dan cool seperti itu, tidak sulit buatnya menarik perhatian lawan jenis.

”Hen, kalau kamu merasa uring-uringan seperti itu, sebenarnya bukan Ridwan yang bermasalah. Persoalannya hanya satu, kamu kehilangan rasa syukur…” Ibu berkata tenang.

Aku memandang Ibu. Perkataan Ibu benar-benar menohokku. Ya, Ibu benar. Aku kehilangan rasa syukur. Bukankah baru dua minggu yang lalu aku membujuk Ranti, salah seorang sahabatku yang stres karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain dan sangat kasar kepadanya? Bukankah aku yang mengajaknya ke dokter untuk mengobati memar yang ada di beberapa bagian tubuhnya karena dipukuli suaminya?

Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu dengannya hari ini, mengapa aku tidak mengatakannya jauh-jauh hari agar ia dapat mengatur jadualnya? Bukankah aku bisa mengingatkannya dengan manis bahwa aku ingin pergi dengannya berdua saja hari ini. Mengapa aku tidak mencoba mengatakan kepadanya, bahwa aku ingin ia bersikap lebih romantis? Bahwa aku merasa tersisih karena kesibukannya? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?

Aku segera pamit kepada Ibu. Aku bergegas pulang untuk membereskan rumah dan menyiapkan makan malam yang romantis di rumah. Aku tidak memberitahunya. Aku ingin membuat kejutan untuknya.

Makan malam sudah siap. Aku menyiapkan masakan kegemaran Aa’ lengkap dengan rangkaian mawar merah di meja makan. Jam tujuh malam, Aa’ belum pulang. Aku menunggu dengan sabar. Jam sembilan malam, aku hanya menerima smsnya. Maaf aku terlambat pulang. Tugasku belum selesai. Makanan di meja sudah dingin. Mataku sudah berat, tetapi aku tetap menunggunya di ruang tamu.

Aku terbangun dengan kaget. Ya Allah, aku tertidur. Kulirik jam dinding, jam 11 malam. Aku bangkit. Seikat mawar merah tergeletak di meja. Di sebelahnya, tergeletak kartu ucapan dan kotak perhiasan mungil. Aa’ tertidur pulas di karpet. Ia belum membuka dasi dan kaos kakinya.

Kuambil kartu ucapan itu dan kubuka. Sebait puisi membuatku tersenyum.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Lewat kata yang tak sempat disampaikan

Awan kepada air yang menjadikannya tiada

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan kata yang tak sempat diucapkan

Kayu kepada api yang menjadikannya abu. *

For vieny, welcome to your husband’s heart.

*dikutip dari Aku ingin mencintaimu dengan sederhana karya Sapardi Djoko Damono.